Konflik Taman Nasional di Jangkat Berakhir, TimDu dan Seteru Sepakati Beberapa Poin Penyelesaian

MERANGIN – Masih ingat dengan kasus konflik perambahan hutan TNKS antara warga Desa Ranah Alai dengan Sungai Tebal yang mengatasnamakan SPI beberapa waktu lalu?

Nah, kasus yang berujung pembakaran pondok warga Sungai Tebal dan dibalas pemblokiran jalan oleh warga Sungai Tebal itu kini mulai mereda. Kedua seteru desa itu sepakat penyelesaian akan diberikan kepada Tim Terpadu (TimDu) Kabupaten Merangin.

Senin (4/12) kedua seteru diundang ke Mapolres Merangin oleh Tim Terpadu guna melaksanakan Forum Group Discussion (FGD). Acara ini lansung dihadiri oleh Bupati Merangin Al Haris, Kapolres AKBP Aman Guntoro, Dandim Sarko Letkol Inf I Nyoman Yudhana Dewata Putra, Kajari Bangko diwakili Kasi Pidum Lomhot Sahala dan Ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail.

Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro,SIK kepada awak media membeberkan kesepakatan tersebut.

1. Mendukung timdu untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan mengedepankan kebersamaan dan kepentingan masyarakat serta jauhkan ego sektoral dari masing-masing leading sektor.

2. Pemerintah bersama-sama dengan aparat TNI/Polri dapat mengantisipasi dini untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan terkait dengan tahun politik.

3. Mendorong serta mendukung peran semua steakholder (pihak yang berkepentingan) agar konflik antara warga Desa Nilo Dingin dan Renah Alai ini tidak berkepanjangan.

4. Sepakat mendukung Timdu Kabupaten Merangin agar diberikan keleluasaan untuk menelusuri SPI, tentang asal usul, latar belakang , tugas serta kewenangannya dan kaitannya.

5. Setelah dilakukan penelusuran tersebut, bilamana keberadaan SPI yang diketuai oleh Ashari, ternyata terbukti keberadaannya bertentangan dengan prosedur, kewenangan dan substansinya, maka terhadap SPI dapat dilakukan tindakan hukum.

6. Mendorong pejabat TNKS, yang posisinya berada di bawah Kementrian Kehutanan untuk melaksanakan peran dan fungsinya dalam rangka pengaman dan menjaga serta melindungi hutan, terutama dalam hutan kawasan lindung dan taman nasional serta melakukan pembalakan dan perambahan hutan.

7. Dalam hal penyelesaian pembakaran hutan dan pemblokiran jalan serta terkait perambah hutan dan jual beli hutan TNKS di Kecamatan Lembah Mesurai, Jangkat dan Jangkat Timur diberikan solusi.

a. TNKS bertanggung jawab penuh terhadap Tanaman Hutan Nasional. Terhadap pondok warga yang dibakar di wilayah TNKS di Desa Nilo Dingin yang dibakar oknum warga Desa Renai Alai, sebaiknya tidak perlu dilakukan ganti rugi karena mereka membuat pondok pada lahan yang berada di wilayah mereka. Jika memang dibutuhkan kepada oknum yang meminta ganti rugi dapat tindak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

b. Pihak TNKS dimohon untuk menghadirkan pimpinan Balai Besar ke Kabupaten Merangin, agar dapat memaparkan program dan kegiatan BTNKS di Kabupaten Merangin.

c. Terhadap lahan yang digarap warga jika memang lahan tersebut dibutuhkan oleh warga, maka dsarankan agar pemerintah dapat mengalokasikan lahan untuk dijadikan APL (Areal Penggunaan Lain).

“Kegiatan berjalan lancar dan kondusif,” ujar Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro.

Penulis : Solihin
Editor : E.H Sitorus

1532total visits,1visits today

Updated: 5 Desember 2017 — 12:37 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRIBRATANEWS.POLRESMERANGIN.COM © 2017-2018 Humas Polres Merangin